MANFAAT BERBAHASA INGGRIS
Pemerintah pun tak mau kalah,
bahasa inggris dijadikan mata pelajaran pokok sebagai bagian kurikulum.
Mendiknas beralasan agar siswa bisa menonton film barat tanpa subtitle.
Gue pribadi pertama kali belajar bahasa
inggris formal saat duduk di bangku kelas empat sekolah dasar. Kesan gue
saat itu sungguh buruk. Entah belajar bahasa inggris dari mana, guru
bahasa inggris gue, yang juga merangkap sebagai guru olahraga,
menterjemahkan “good bye” sebagai “Selamat datang“. Crap!!.
Gue sudah mencoba menjelaskan. Tapi apa
daya, Ia ga mau menerima penjelasan gue. Dia bilang gue terlalu kaku
kayak kanebo kering. Lalu karena kesel, gue hantam guru tersebut dengan
sinar laser pahlawan bertopeng bip bip bip bip…
Dewasa ini, akibat teori konspirasi dan
konsep tatanan dunia baru (keselek), orang-orang sangat merasa perlu
berbahasa inggris. Pengaruh globalisasi dimana sekat yang membatasi
teritori suatu negara sudah dapat ditembus melalui aspek lain seperti
pendidikan, kebudayaan hingga dunia kerja. Di era yang serba canggih dan
semakin mendekati China-ASEAN Free Trade Association, bahasa inggris
memang dianggap sangat vital.
Jadi jangan heran jika suatu saat
lo naek ojek dari kuningan, tukang ojeknya adalah seorang bule afrika
yang berbahasa Swahili plus Inggris sekaligus.
Kini para orang tua semakin gencar
mendidik putra-putri mereka dengan bahasa inggris, di sekolah maupun
lingkungan keluarga. Nanti akan ada anak usia 5 tahun berlari-lari
memanggil tukang bakso yang lewat depan kompleknya sambil berujar
“Mang, Stop! please. Let me have a bowl of meatball. I am definitely hungry. Hurry, or I’ll kick you’re a** “(bocah salah asuhan).
Gue pun menyimpulkan beberapa alasan orang Indonesia berbahasa inggris dalam kesehariannya.
1. Survival
Ya, “survival” adalah alasan paling mendasar mengapa orang Indonesia harus berbahasa inggris. Mengapa survival? Karena jika mereka menggunakan bahasa sunda atau jawa, mereka ga bisa bertahan hidup.
Alasan survival ini mengingatkan gue
pada salah satu episode Spongebob saat tersesat bareng Squidward dan
Patrick. Puja kerang ajaib!
Survival berlaku bagi orang
Indonesia yang tinggal di luar negeri, misalnya buat mereka yang sedang
menempuh pendidikan di eropa atau U.S.A. Mereka dituntut untuk mampu
berbahasa inggris agar tahu caranya menawar harga cabe di pasar
tradisional atau berdebat dengan bule, siapa yang lebih cocok jadi
presiden Indonesia, Farhat Abas atau Bang Haji Rhoma.
Kampus-kampus di negara tujuan
pendidikan tersebut tidak akan memberikan pelajaran dalam bahasa
Indonesia. Semua textbooknya pun didominasi oleh bahasa inggris.
“Terus kalo ga bisa bahasa inggris, gue ga bisa keluar negeri?”
Tenang, masih ada banyak negara yang
mengakomodir kalian yang ingin kuliah atau menetap di luar negeri tanpa
perlu menguasai bahasa inggris. Sebut saja kuliah ke India. Yang kalian
perlukan hanya kepala yang bergoyang, bisa nyanyi dan tari khas negeri
hindistan.
Jadi, saat lo mau ngobrol sama bangsa
dravida kalian cukup bilang “aja, aja (sambil goyang kepala)”. Lalu
segera cari tembok buat joget. Mission accomplished.
Gue inget banget salah satu scene
kuch kuch hota hai yang fenomenal itu. Kajol masih bisa nyanyi di saat
sedih bertemu kembali dengan rahul. Secepat kilat gue bbm Inul.
“Mbak, buru gih buka keroke di India. Dijamin laku”
Inul dengan santainya menjawab
“Lo siape tong?”
2. Tuntutan Pekerjaan
Gue udah singgung di atas. Karena
tuntutan pekerjaan, banyak orang Indonesia bercakap dalam bahasa inggris
terutama untuk pekerjaan yang menuntut interaksi dengan bule.
Lebih-lebih orang jawa. Hampir tiap hari mereka bertemu sama bule, pale
juga.
Gue pernah menghadapi complain
dari orang Taiwan. Parahnya, dia ga bisa bahasa inggris maupun bahasa
Indonesia. Seketika gue nyesel kenapa dulu ga pernah nonton Serial
Siluman Uler putih tanpa dubbing.
Akhirnya, siang itu gue berhasil mencampuradukkan bahasa inggris, bahasa Indonesia dan sedikit bahasa isyarat.
Saat meeting dengan sesama orang
Indonesia pun sangat lazim untuk mendengarkan percakapan dengan
beberapa diksi berbahasa inggris. Kata-kata seperti “even” “totally”
sudah khatam gue denger. Dan lucunya, tanpa disadari banyak yang latah
menggunakan bahasa inggris yang salah secara gramatikal. “worth it” dibilang “worthed”; “bored” diucap “boring”.
Yaelah bro, lo bukan Syahrini yang seenaknya ngomong comfortable jadi comfi, my husband berubah jadi my hubby, Vimes, Sun Fransisco.
What, “Sun”? kill me mom, kill me….
Banyak juga yang mencampur aduk bahasa inggris dengan bahasa Indonesia sehingga jadi rancu.
“Seharusnya dia diinvolve dalam persoalan ini”
Hey, heloo… Sejak Tersanjung belom jadi sinetron,“involve” adalah bentuk aktif dengan makna “melibatkan”. Terus kalo “diinvolve” gimana gue ngartiinya? Di-melibatkan-?
Kalo maksudnya adalah “dilibatkan”, tolong jangan tambah imbuhan “di” lagi wahai para karyawan perusahaan yang pinter-pinter.
3. Lagi belajar
Salah satu alesan paling rasional mengapa
orang Indonesia berbahasa inggris sehari-hari adalah “lagi belajar”,
biar bisa ngomong sama bule. Padahal di saat bersamaan, Sacha Stevenson
sedang ber-cas-cis-cus ria dengan bahasa indonesianya yang diunggah di
youtube.
Belajar bahasa inggris itu tidak pernah
lebih sulit daripada belajar bahasa Indonesia. Tengok saja nilai peserta
ujian nasional. Kebanyakan mereka memiliki nilai bahasa inggris yang
lebih baik daripada bahasa sendiri. Mungkin bocoran kunci jawabannya
lebih akurat.
Sebagai buktinya, lo pasti lebih
sering ngeliat para pesohor dan pesolek di TV menyebut “endonesia”
daripada “Indonesia”. Mereka lebih fasih berucap “annihilation” atau
“exasperation” dengan logat English native.
Orang Indonesia lebih suka hal-hal yang
praktis, karenanya mereka sebisa mungkin belajar bahasa inggris agar
tidak perlu mengucapkan kalimat-kalimat yang panjang.
“Adi dan budi bermain bola dengan sangat baik. Mereka berdua sangat tangguh. Aku tidak senang melihat semua hal itu”
Lah, kalo ditranslasi ke bahasa inggris kan jadi gini
“Adi and Budi Plays soccer well. Both are great. I don’t give a damn…”
Jauh lebih singkat, bukan?
4. Keren-keren an
Yooo man, I aint worried bout nothing.
Dengan mengucapkan kata-kata di atas,
beberapa orang sudah merasa diri mereka keren badai. Entah kenapa,
apapun alasannya, orang yang berbahasa inggris level ke-keren-an nya
naik 5 level. Menurut mereka!.
Belum lagi di media sosial. Ngetwit akan jauh lebih afdol jika menggunakan bahasa inggris. Caption Instagram juga lebih terkesan “Wah” dengan #Cute #Excellent #Sunset dibandingkan #lucu #katro #kampret.
Bahasa inggris seolah sudah menjadi tren
dan simbol kemapanan. Terlebih untuk para mereka yang menyematkan diri
sebagai kaum urban, “Ga berbahasa inggris ga gaul menn”.
Kalo udah sok keren-keren an semua kalimat bahasa inggris yang dia punya bakalan dikeluarin. Hebohnya udah level Farhat Abbas.
Ngucapin Selamat pada hari raya pun pake
bahasa inggris “Happy ied” “Happy eastern” “Merry X-mas”. Ngapain
cape-cape, padahal udah ada Prabowo yang ngingetin kita jadwal hari
besar keagamaan lewat iklan di TV.
Akhirnya, kalo cuma mau ngetop dengan
bahasa slang atau istilah aneh, mending lo temenan sama Syahrini. Ulala,
cetar membahana gegap gempita gelora asmara.
5. Biar bisa jadi supir taksi
Nah buat lo yang kudet, sekarang udah ada
sopir taksi yang jago berbahasa inggris. Namanya adalah Bapak Tarnedi.
Beliau sangat bersemangat bicara dalam bahasa inggris dan “memaksa”
penumpang berbicara dengan bahasa yang sama.
Beliau mencoba mengasah kemampuan
berbahasa inggris dengan cara ngobrol bersama penumpang yang menaiki
taksinya. Ia melakukan hal tersebut karena merasa selama ini sudah
sangat tertinggal untuk belajar.
Berita tentang supir taksi ini sempat
mengisi beberapa kolom di Koran dan majalah elektronik. Dan seperti
biasa, fenomena seperti ini biasanya langsung menjadi objek wawancara di
berbagai talkshow.
Jadi, sekarang bertambah lagi alasan
orang berbahasa inggris yaitu agar mereka bisa mnjadi supir taksi. Gue
rasa ke depannya seleksi supir taksi bakal lebih susah. Toefl minimal
600. anyone?



bahasa inggris online memang benar apa yang dijelaskan di atas. Bahasa inggris sekarang sudag menjadi syarat mutlak jika mau melamar kerja. Bahkan melamar istri heheheh. Oh ya, sebenarnya bahasa inggris itu sulit nggak ya? Menurut admin gimana?
BalasHapusmenurut saya sulit tidak sulit . kalau saya ala viki prasetyo aja hehe .
Hapus